Bahaya Penyakit Diabetes


         

            Assalamualaikum teman-teman , bagaimana kabarnya, semoga kita selalu dalam lindungan Allah swt. Kita baru saja merayakan idul fitri beberapa minggu lalu. Idul fitri akan terasa lebih lengkap dengan kehadiran kue-kue manis seperti nastar, putri salju, dan lainnya, biasanya saat berkunjung ke rumah keluarga  kita akan disuguhkan dengan berbagai kue-kue tersebut, meski lezat kamu harus membatasi konsumsi makanan tersebut , jangan sampai melebihi batas normal ya, karena makanan manis tersebut akan meningkatkan kadar glukosa darah, akibatnya akan berdampak buruk pada kesehatan kita sendiri , salah satunya adalah resiko diabetes. Teman –teman  sudah pada tahu tidak, apa sih penyakit diabetes itu. 

Definisi Diabetes
Menurut (ADA, 2012) dalam jurnalnya menjelaskan bahwa Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gangguan metabolisme yang terjadi pada organ pankreas yang ditandai dengan peningkatan gula darah atau sering disebut dengan kondisi hiperglikemia yang disebabkan karena menurunnya jumlah insulin dari pancreas. Penyakit ini tidak menular akan tetapi penderitanya terus mengalami peningkatan tiap tahunnya. Diabetes dapat di ilustrasikan pada gambar berikut.

                  
    

Jenis-jenis diabetes
Menurut Soegondo (2008) diabetes dibagi menjadi 4 yaitu :
1.      Diabetes Mellitus Tipe I 
Kebanyakan diabetes tipe I adalah anak-anak dan remaja yang pada umumnya tidak gemuk. Setelah penyakit diketahui mereka harus langsung menggunakan insulin. Pankreas sangat sedikit atau bahkan sama sekali tidak menghasilkan insulin. Bila insulin tidak ada, maka glukosa dalam darah tidak dapat masuk ke dalam sel dengan akibat kadar glukosa dalam darah meningkat. Keadaan inilah yang terjadi pada diabetes mellitus tergantung insulin.
2.      Diabetes Melitus Tipe II 
Diabetes ini sering terjadi pada orang dewasa atau berusia lanjut,. Pada diabetes tipe II dengan berat badan lebih atau obesitas, penurunan berat badan masih dapat mengendalikan diabetes tanpa harus menggunakan obat atau insulin. Pada penderita diabetes yang tidak gemuk peningkatan konsentrasi glukosa darah disebabkan oleh produksi insulin yang relative terlalu sedikit untuk dapat mempertahankan konsentrasi glukosa dalam darah dalam batas-batas normal, sehingga kadar glukosa darah akan meningkat.
3.      Diabetes Gestasional (kehamilan) 
Diabetes ini hanya terjadi pada saat kehamilan dan menjadi normal kembali setelah persalinan. 
4.      Diabetes Mellitus Tipe lain 
Kelainan pada diabetes tipe lain adalah akibat kerusakan atau kelainan fungsi kelenjar pancreas yang dapat disebabkan oleh bahan kimia, obat-obatan atau penyakit pada kelenjar tersebut. 
Penyebab diabetes
Margatan (1995) menyatakan bahwa penderita DM biasanya dikarenakan kelenjar pankreas atau kelenjar ludah perut tidak mampu atau tidak cukup memprodusir hormon insulin yang dibutuhkan tubuh, sehingga pembakaran karbohidrat sebagai bahan bakar tubuh kurang sempurna. Beberapa faktor yang sering menyuburkan dan bisa menjadi pencetus adalah:
1) Kurang gerak
2) Makan secara berlebihan
3) Kehamilan
4) Kekurangan hormone insulin, dan
5) Hormon insulin yang terpacu berlebihan.
Banyak orang mempunyai gaya hidup seperti jarang melakukan aktifitas fisik atau latihan jasmani, makan terlalu banyak makanan yang mengandung lemak dan gula, serta terlalu sedikit makanan yang mengandung serat dan tepung-tepungan. Gaya hidup seperti itulah yang dapat menjadi penyebab utama tercetusnya diabetes. Resiko yang lebih besar mendapatkan diabetes adalah apabila :
− Faktor keturunan jika mempunyai saudara, orang tua atau kakek dan nenek dengan diabetes
− Berumur 45 tahun atau lebih
− Berat badan lebih atau obesitas
− Glukosa darah puasa atau sesudah makan melebihi batas-batas normal (prediabetes atau
    toleransi glukosa terganggu)
− Tekanan darah tinggi yaitu lebih besar dari 130/85
− Kolestrol tinggi jika LDL kolestrol >130 mg/dL atau kolestrol total > 200 mg/dL
− Pernah mengalami diabetes gestasional
− Melahirkan bayi dengan berat badan lebih dari 4 kilogram.
Ciri-ciri atau gejala
               Menurut (Fox, 2010). Deteksi dini dapat dilakukan oleh seseorang apabila mempunyai tanda dan gejala yang meliputi perubahan berat badan yang terus bertambah melebihi berat badan ideal, gejala-gejala yaitu sering kencing, sering minum dan sering makan, dari tanda dan gejala tersebut, maka seseorang perlu memeriksakan lebih cepat atau secara dini ke fasilitas kesehatan.  Menyadari hal ini, deteksi dini terhadap penyakit diabetes mellitus perlu dilakukan, dimana deteksi dini diabetes mellitus melalui skrining dengan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu, perubahan perilaku menuju pola hidup sehat dalam rangka pencegahan.
Penyembuhan diabetes
               Pada hakikatnya, diabetes melitus adalah penyakit seumur hidup dan merupakan penyakit yang tak tersembuhkan, tapi dapat dikendalikan dengan menjaga kualitas hidup agar tetap baik. Kadar glukosa darah harus tetap dijaga pada batas normal untuk bisa menjaga kualitas hidup penderita DM (Perkeni, 2006). Diabetes merupakan penyakit yang bisa dikontrol karena hampir 90% nya berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat, penderita mampu hidup sehat bersama DM, asalkan mau patuh dan kontrol secara teratur. Faktor risiko penyakit DM dan penyakit metabolik sangat erat kaitannya dengan perilaku tidak sehat, serta adanya perubahan gaya hidup seperti tidak sehat dan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, mempunyai berat badan lebih (obesitas), hipertensi, dan konsumsi alkohol serta kebiasaan merokok, disamping faktor-faktor risiko lain seperti usia, jenis kelamin, dan keturunan (Desai, et al, 2000). 
               Jadi sudah pada tahu bukan bahaya terlalu banyak mengonsumsi makanan manis, kita lebih baik membatasi mengonsumsi makanan tersebut mulai dari sekarang, usahakan tidak melebihi batas yang ditentukan yaitu 50 gr atau setara 5-9 sendok teh, karena penyakit diabetes sendiri adalah penyakit seumur hidup, dengan kata lain penyakit tersebut tidak dapat disembuhkan, tetapi hanya dapat dikendalikan, meskipun ada beberapa penyakit diabetes tersebut diakibatkan oleh faktor keturunan, disamping itu untuk mengendalikan penyakit diabetes itu sendiri  usahakan olahraga teratur, makan makanan sehat, serta menjaga pola makan, diharapkan adanya artikel ini sedikit menambah wawasan teman-teman, akhir kata saya mohon maaf.
Wassalamualaikum wr.wb
                       

REFERENSI
ADA. (2012). Diagnosis and Classification of Diabetes Mellitus. Diabetes Care, 35 (1),
            (care.diabetesjournals.org)
Desai, SA., Deshmukh, SM., Iyer, UM., Patel, RP., Mani, UV., and Sen, AK., 2000, Lifestyle Modifications On Control Of Diabetes Mellitus, Int. J. Diab. Dev. Countries, Volume 20, 2000.
Fox, Charles dan Kilvert, Anne. 2010. Bersahabat dengan diabetes tipe 2. Diterjemahkan oleh: Joko Suranto. Jakarta: Penebar Plus
Perkeni. 2006. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia. (http://www.kedokteran.info/konsensuspengelolaan- dan-pencegahandiabetes-mellitustipe- 2-di-indonesia-2006.html.PDF).
Margatan, Arcole. 1995. Yang Manis Jangan Pipis. Solo: CV. Aneka
Soegondo, S., 2008. Hidup Secara Mandiri dengan Diabetes Melitus Kencing Manis Sakit Gula.
 Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Komentar

  1. Waaa makasih kakak informasinya :)

    BalasHapus
  2. Yeay, akhirnya kakak balik lagi nih, sudah ditunggu-tunggu loh kak artikel kakak yang berikutnya ini

    Nice info ka, lengkap banget lagi,,, kutunggu artikel kakak yang selanjutnya

    BalasHapus

Posting Komentar